Jumat, 06 Maret 2020

BAGIAN 24 MENGIDENTIFIKASI KATA KHUSUS, SINONIM, KATA BAKU, EMOTIF

Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk berbeda, namun memilik arti yang sama atau mirip. Istilah sinonim juga disebut sebagai persamaan kata atau paduan kata. Ada beberapa contoh sinonim atau persamaan kata dalam bahasa Indonesia.

Contoh Kata Sinonim

NoKata 1Kata 2
1AbadiKekal
2AbjadHuruf
3AbrasiPengikisan
4AbuArang
5AdaEksis
6AdabEtika
7AgamaReligi
8AgresiSerangan
9AhliPakar
10AkalPikiran
11AkselerasiPercepatan
12AkuSaya
13AkuratPersis
14AlasanDalih
15AliranGenre
16AmanKondusif
17AnggotaPersonil
18AngkaNomor
19ArtiMakna
20ArtisSeniman
21AsliOrisinil
22AsumsiOpini
23AwanMega
24AyahBapak
25BahagiaSenang
26BaikBagus
27BakatTalenta
28BantuanDonasi
29BenarBetul
30BencanaMusibah
31BendaBarang
32BeragamMajemuk
33BergunaBermanfaat
34BerhasilSukses
35BerisikGaduh
36BeritaWarta
37BerkataBerbicara
38BersamaBerbarengan
39BersihHigienis
40BertemuBerjumpa
41BeruntungMujur
42BesarAkbar
43BiasaNormal
44BibiTante
45BijaksanaArif
46BisaDapat
47BohongDusta
48BorosKonsumtif
49BosanJenuh
50BugarFit
51BukuKitab
52BungaKembang
53BurukJelek
54CahayaSinar
55CairLikuid
56CampurKombinasi
57CantikAyu
58CaraLangkah
59CegahTangkal
60CeraiPisah
61CintaAsmara
62CiriKarakteristik
63CitraGambaran
64ColekSentil
65CumaHanya
66DanaBiaya
67DanauWaduk
68DaurSiklus
69DekadeDasawarsa
70DelusiIlusi
71DiagnosisPenaksiran
72DialogPercakapan
73DiamTenang
74DinamisBergerak
75DiniAwal
76DiskusiObrolan
77DispensasiPengecualian
78DokumenArsip
79DominasiPenguasaan
80DukaSedih
81EfekDampak
82EjekanHinaan
83EnakLezat
84EnergiDaya
85EpilogPenutup
86EstimasiPerkiraan
87EvakuasiPengungsian
88EvaluasiPenilaian
89FaktorUnsur
90FaunaHewan
91FilmSinema
92FleksibelLuwes
93FloraTanaman
94FokusKonsentrasi
95FormasiPola
96ForumLembaga
97FriksiBentrok
98FungsiKegunaan
99GantengTampan
100GawatDarurat

BAGIAN 23 MENGUBAH TEKS SASTRA KEBENTUK LAIN

MENGUBAH TEKS KE BENTUK LAIN

Mengubah teks ke bentuk lain disebut juga mengonversikan teks. Kata mengonversikan memiliki arti mengubah atau menukar. Kata mengonversikan berasal dari kata dasar konversi yang memiliki arti perubahan dari satu bentuk (rupa, dan sebagainya) ke bentuk (rupa, dan sebagainya) yang lain; (https://kbbi.web.id/konversi)

Sebuah teks dapat diubah atau dikonversi menjadi bentuk teks yang lain. Misalnya saja dari sebuah teks eksplanasi dapat teks prosedur. Teks cerita dapat diubah ke dalam teks drama. Pengubahan teks ke bentuk teks lain haruslah mempertahankan kesamaan isi meskipun strukturnya berbeda.

Kutipan cerpen
Aku desak kerumunan murid yang menonton di pintu. Kulihat kepala sekolah maju sambil membentak dan menghardik para penonton. Waskito berdiri di muka kelas, membelakangi bangku-bangku. Memang ia memegang gunting, tetapi tidak terbuka. Suara kepala sekolah menggelegar:
“Berikan gunting itu, Waskito”


Suara demikian kasar kukhawatirkan justru akan membikin muridku mata gelap. Sekali pandang aku mengetahui bahwa Waskito kaget oleh kedatangan kepala sekolah. Tanpa berpikir panjang kumanfaatkan kejutan tersebut. Tiga atau empat langkah aku bergegas mendahului kepala sekolah, gunting itu kurebut dengan kedua tanganku.


“Ah, kamu ini ada-ada saja! Dari mana kaudapatkan gunting ini!”
Dan langsung aku berbalik, memberikan gunting kepada kepala sekolah yang telah berada tepat di sampingku. Tanpa suatu kata, kurangkulkan lengan ke pundak Waskito. Segera setengah kudorong, dia kuajak keluar menuju ke kantor.


Sumber: N.H. Dini. 1986. Pertemuan Dua Hati.


Apabila teks cerita di atas diubah menjadi teks drama, maka perubahannya seperti berikut ini.
(Ibu Suci berlari menuju kelas, menerobos kerumunan murid yang menonton di pintu. Kepala sekolah maju membentak dan menghardik para penonton. Waskito berdiri di muka kelas, membelakangi deretan bangku-bangku. Tangannya menggenggam gunting yang tak terbuka.)
Kepala Sekolah:
(Suara agak menggelegar) Berikan gunting, Waskit
(Waskito terkejut mendengar suara kepala sekolah yang sedikit kasar)
Ibu Suci: 
(Dengan tiga atau empat langkah ke depan merebut gunting tersebut dari tangan                       waskito) Ah, kamu ini ada-ada saja! Dari mana kaudapatkan gunting ini! (langsung                           berbalik, memberikan gunting tersebut kepada kepala sekolah kemudian                                             merangkulkan lengan ke arah pundak Waskito sambil mengajaknya keluar kelas)

BAGIAN 22 MELENGKAPI DIALOG YANG RUMPANG SESUAI DENGAN KONTEKS

CONTOH SOAL MELENGKAPI DIALOG DRAMA YANG RUMPANG

•  perhatikan  konteks dialog
•  perhatikan  dialog sebelum dan sesudah bagian rumpang agar dialog yang dimasukkan  pada bagian rumpang menjadi padu

SOAL 1

lbu     :    Vian, mandi dulu, masa bagun tidur  nyisir sih. Vian iya, Bu (seraya menuju kamar mandi)
lbu     :    [ ... J      (1)
Vian   :    Eh iya, sudah nggak sabar pengen ketemu bu guru baru.
lbu     :    Jangan lupa  handuknya.
Vian   :    [ ... J      (2)

Dialog yang tepat untuk rnelengkapi naskah drama tersebut  adalah ....

A. (1)  Jangan lupa sikat gigi
     (2)   Tentu aku tak mau basah

B. (1)   Jangan lupa sarapan pagi
     (2)   Tentu aku akan sarapan

C. (1)   Jangan lupa Shalat Subuh
     (2)   Tentu aku akan simpan

D. (1)   Jangan lupa susun buku
     (2)   lya ibuku tersayang

JAWABAN : A

CONTOH SOAL MELENGKAPI DIALOG DRAMA YANG RUMPANG

SOAL 2

Ida Ayu      :    Apa yang sendang kamu pikirkan,   Nisa?
Cut Nisa     :    [ ... ]  (1)
Ida Ayu      : Kamu jangan berbohong, Nis. Dari tatapan matamu terlihat kamu sedang mernikirkan sesuatu.
Cut Nisa     : [ ... ]  (2)
Ida Ayu       :    O,  itu masalahmu.

Pernyataan  yang tepat untuk rnelengkapl naskah drama tersebut adalah ....

A. (1)    Aku sedang mernikirkan tugasku yang belum selesai-selesai.
     (2)    Betul. Aku tidak bohong,

B. (1)    Ada yang aneh pada diri Pak Goris.
     (2)    Tepat,  apa yang karnu katakan.

C. (1)    Aku rnernang  mengataml sedikit rnasalah Dal
     (2)    Aku bingung, Da. Mengapa akhir-akhir ini aku  sering  dimarahi Pak Goris?

D. (1)    Tidak ada, Da.
     (2)    Yah,  aku cuma sedang memikirkan rencanaku besok pagi, Apa yang perlu aku kerjakan lebih dulu?


JAWABAN : D

BAGIAN 21 MELENGKAPI PUISI RUMPANG DENGAN LARIK BERMAJAS

Melengkapi Puisi

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh iram, matra,  rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi dibentuk oleh kata-kata yang indah dan bermakna tersirat. Untuk melengkapi puisi dapat menggunakan pilihan kata yang bersajak sama dengan diatasnya dan sesuai tema puisi atau menggunakan majas/gaya bahasa yang sesuai.

 Dalam KBBI majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan isi bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Bacalah kutipan puisi berikut!
Bertudung langit selalu biru
Tempat cahaya selalu benderang
Tempat udara selalu bersih
Termpat angin selalu nikmat
[...]

Larik majas untuk melengkapi bagian rumpang puisi tersebut adalah....

A. Tempat menari siburung camar
B. Di tempat sepi, dimana hanya
C. Disana ku ingin berkubur
D. Di pundakmu wahai Ibuku

Kunci A

Pembahasan:

Melengkapi puisi dengan larik bermajas, cari larik yang mengandung makna konotasi.
(Tempat menari siburung camar. Burung camar dianggap bisa menari. Majas yang digunakan adalah majas personifikasi.

BAGIAN 20 MENGANALISIS NILAI MORAL PADA TEKS SASTRA


Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen, antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut.

1. Nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau baik buruk tingkah laku.
2. Nilai sosial/kemasyarakatan, yaitu nilai yang berkaitan dengan norma yang berada di dalam masyarakat.
3. Nilai religius/keagamaan, yaitu nilai yang berkaitan dengan tuntutan beragama.
4. Nilai pendidikan/edukasi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk
    (pengajaran).
5. Nilai estetis/keindahan, yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/menyenangkan (rasa
    seni).
6. Nilai etika, yaitu nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam kehidupan.
7. Nilai politis, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemerintahan.
8. Nilai budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan adat istiadat.
9. Nilai kemanusiaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan sifat-sifat manusia. Nilai-nilai ini ada yang bersifat  ideologis, politis, ekonomis, sosiologis, budaya, edukatif, humoris, dan sebagainya.

CONTOH SOAL 

Bacalah kutipan cerita berikut!

Kenari merasa malu dan kurang percaya diri kalau berkumpul dengan teman-temannya. Tubuhnya kecil dan mengeluarkan bau tak sedap. Teman-temannya sering meledek dan menggodanya. Kenari ingin penampilannya berubah. Dia ingin buktikan kepada teman-temannya bahwa ia bisa tampil bersih dan tidak kalah besar. Kenari pun bangun pagi dan rajin membersihkan diri. Ia tidak malas lagi mencari makan. Berkat ejekan teman-temannya, dirinya membuang jauh-jauh sifat malasnya.

Nilai moral pada kutipan cerita tersebut adalah….

A. dalam pergaulan harus memusnahkan sikap berkuasa

B. dengan teman harus saling menggoda dan meledek

C. berusahalah menjadi lebih baik agar percaya diri

D. kurang percaya diri hal biasa dalam pergaulan

(soal UN tahun 2018 SMP/MTs)



Kunci jawaban: C
Pembahasan
Nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti/susila atau baik buruk tingkah laku.
Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah berusahalah menjadi lebih baik agar percaya diri (opsi C). Kalimat yang menunjukkan nilai moral dalam kutipan tersebut adalahKenari ingin penampilannya berubah. Dia ingin buktikan kepada teman-temannya bahwa ia bisa tampil bersih dan tidak kalah besar. Kenari pun bangun pagi dan rajin membersihkan diri. Ia tidak malas lagi mencari makan.