Jumat, 06 Maret 2020

BAGIAN 23 MENGUBAH TEKS SASTRA KEBENTUK LAIN

MENGUBAH TEKS KE BENTUK LAIN

Mengubah teks ke bentuk lain disebut juga mengonversikan teks. Kata mengonversikan memiliki arti mengubah atau menukar. Kata mengonversikan berasal dari kata dasar konversi yang memiliki arti perubahan dari satu bentuk (rupa, dan sebagainya) ke bentuk (rupa, dan sebagainya) yang lain; (https://kbbi.web.id/konversi)

Sebuah teks dapat diubah atau dikonversi menjadi bentuk teks yang lain. Misalnya saja dari sebuah teks eksplanasi dapat teks prosedur. Teks cerita dapat diubah ke dalam teks drama. Pengubahan teks ke bentuk teks lain haruslah mempertahankan kesamaan isi meskipun strukturnya berbeda.

Kutipan cerpen
Aku desak kerumunan murid yang menonton di pintu. Kulihat kepala sekolah maju sambil membentak dan menghardik para penonton. Waskito berdiri di muka kelas, membelakangi bangku-bangku. Memang ia memegang gunting, tetapi tidak terbuka. Suara kepala sekolah menggelegar:
“Berikan gunting itu, Waskito”


Suara demikian kasar kukhawatirkan justru akan membikin muridku mata gelap. Sekali pandang aku mengetahui bahwa Waskito kaget oleh kedatangan kepala sekolah. Tanpa berpikir panjang kumanfaatkan kejutan tersebut. Tiga atau empat langkah aku bergegas mendahului kepala sekolah, gunting itu kurebut dengan kedua tanganku.


“Ah, kamu ini ada-ada saja! Dari mana kaudapatkan gunting ini!”
Dan langsung aku berbalik, memberikan gunting kepada kepala sekolah yang telah berada tepat di sampingku. Tanpa suatu kata, kurangkulkan lengan ke pundak Waskito. Segera setengah kudorong, dia kuajak keluar menuju ke kantor.


Sumber: N.H. Dini. 1986. Pertemuan Dua Hati.


Apabila teks cerita di atas diubah menjadi teks drama, maka perubahannya seperti berikut ini.
(Ibu Suci berlari menuju kelas, menerobos kerumunan murid yang menonton di pintu. Kepala sekolah maju membentak dan menghardik para penonton. Waskito berdiri di muka kelas, membelakangi deretan bangku-bangku. Tangannya menggenggam gunting yang tak terbuka.)
Kepala Sekolah:
(Suara agak menggelegar) Berikan gunting, Waskit
(Waskito terkejut mendengar suara kepala sekolah yang sedikit kasar)
Ibu Suci: 
(Dengan tiga atau empat langkah ke depan merebut gunting tersebut dari tangan                       waskito) Ah, kamu ini ada-ada saja! Dari mana kaudapatkan gunting ini! (langsung                           berbalik, memberikan gunting tersebut kepada kepala sekolah kemudian                                             merangkulkan lengan ke arah pundak Waskito sambil mengajaknya keluar kelas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar