Selasa, 25 Februari 2020

BAGIAN 10 MENYIMPULKAN ISI TERSIRAT PADA TEKS

1. Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Bahkan, ibu bersedia pergi kepada apa yang disebut orang-orang pintar, dari suatu pulau ke pulau lain. Padahal, ibu begitu benci pada ilmu mistik. Ibu tidak percaya pada sesuatu yang tidak masuk akal. Namun, banyak yang menasihati ibu harus percaya dan mencobanya juga. Maklumlah alam timur masih penuh dengan hal-hal gaib, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan mistik. Semua itu ibu lakukan untuk mendapatkan engkau Maniek. Betapa ibu mendapatkan kelahiranmu, Nduk.

Penyebab konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah .....
A. Harus menemui orang yang disebut orang-orang pintar
B. Tokoh ibu tidak percaya pada semua yang tidak masuk akal
C. Tokoh ibu menuruti kata orang untuk berobat kepada orang pintar
D. Keinginan untuk segera mendapatkan keturunan
E. Tidak memercayai mistik, tetapi tetap melakukan pekerjaan itu

Jawaban: D
Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan adanya pertentangan dalam cerita tersebut. Biasanya konflik terjadi karena adanya benturan (ketidakserasian), baik dengan dirinya atau dengan tokoh lain. Konflik cerita tersebut adalah kembimbangan ibu apakah memercayai mistik atau tidak demi mendapatkan keturunan. penyebab konflik tersebut adalah Keinginan untuk segera mendapatkan keturunan.

2. Bacalah kutipan cerita berikut!

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu?"
"Aku bukan kangmasmu!" bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh. Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa bersalah wjib diingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya."
Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu berbicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih! Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Akibat konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut tentang ....
A. Panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
B. Tokoh kakek menjadi cemas dan sedih akan ketuaan usianya
C. Ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
D. Tokoh kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
E. Kakek dan kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

Jawaban: B
Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan adanya pertentangan dalam cerita tersebut. Biasanya konflik terjadi karena adanya benturan (ketidakserasian), baik dengan dirinya atau dengan tokoh lain. Konflik cerita tersebut adalah tokoh kakek menjadi cemas dan sedih akan ketuaan usianya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar